Bab 4
Pengelolaan dan Kewirausahaan
Bahan Nabati dan Hewani Menjadi
Produk Kosmetik
A. Produk Kosmetik
1. Pengertian Produk Kosmetik
Kosmetik sudah dikenal orang sejak zaman dahulu kala. Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan dimasukkan dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah data tarik atau mengubah rupa, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.
Produk kosmetik adalah produk yang dimanfaatkan pada bagian luar tubuh manusia dengan tujuan untuk perawatan/pemeliharaan, melindungi, mengubah/memperbaharui penampilan pada tubuh.
2. Aneka Jenis Produk Kosmetik
Penggolongan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI berdasarkan kegunaan dan lokalisasi pemakaian pada tubuh, kosmetik digolongkan menjadi 13 golongan.
1. Preparat untuk bayi; minyak bayi, bedak bayi, dan lan-lain.
2. Preparat untuk mandi; minyak mandi, bath capsules, dan lain-lain.
3. Preparat untuk mata; maskara, eye shadow, dan lain-lain.
4. Preparat wangi-wangian; parfum, toilet water dan lain-lain.
5. Preparat untuk rambut; cat rambut, hair spray, pengeriting rambut dan lain-lain.
6. Preparat pewarna rambut; cat rambut, hairbleach, dan lain-lain.
7. Preparat make up (kecuali mata); lipstik. rouge, bedak muka dan lain-lain.
8. Preparat untuk kebersihan mulut; mouth washes, pasta gigi, breath freshener, dan lain-lain.
Penggolongan kosmetik berdasarkan kegunaannya yaitu :
1. Higiene tubuh: sabun, shampo, cleansing.
2. Rias: make up, hair color.
3. Wangi-wangian: deodoran, parfum, after shave.
4. Proteksi/pelindung: sunscreen dan lain-lain.
3. Kandungan dan Manfaat Bahan Nabati/hewani
Sebagai Produk Kosmetik
Berikut ini uraian beberapa bahan nabati/hewani yang dapat dimanfaatkan
untuk produk kosmetik.
a. Pisang (Musa paradisiaca)
Pisang sangat baik dikonsumsi karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi serta
kaya mineral, terutama kalium. Berikut beberapa manfaat pisang untuk merawat
kecantikan antara lain :
1) melembabkan kulit
2) menghilangkan bekas jerawat atau cacar
3) menghaluskan tangan dan kaki
4) menghaluskan kulit wajah
b. Wortel (Solanum cycopursicum)
Wortel mengandung vitamin A, likopen, falcarinol. Berkhasiat untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bercak/flek hitam, serta mencegah kanker.
c. Alvokad (Persea americana)
Alvokad mengandung vitamin E, vitamin K, zat besi, sterolius, minyak. Berkhasiat sebagai pelembut dan pelembab alami untuk wajah, serta mengurangi penuaan dini.
d. Papaya (Carica papaya)
Papaya termasuk salah satu buah yang mengandung vitamin C. Papaya berfungsi sebagai detoksifikasi yang bisa meremajakan kulit wajah dari dalam, juga mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan mencegah kerut di wajah.
e. Lidah Buaya (Aloe vera)
Lidah buaya mengandung eksudat,aloe emoedyn, glikoida, vitamin dan mineral, berkhasiat untuk mencerahkan kulit, mengurangi bekas jerawat dan luka, melawan ketombe, mendinginkan kulit kepala, mencegah kerontokan rambut.
4. Teknik Proses Produksi Kosmetik
a. Destilasi/penyulingan
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan kecepatan/kemudahan menguap/volatilitas bahan atau teknik pemisahan kimia berdasarkan perbedaan titik didih.
b. Saponifikasi
Saponifikasi adalah pencampuran minyak/lemak
dengan basa kuat (KOH/NaOH). Contoh produk
kosmetik : Sabun
c. Penghancuran, sedimentasi/pengendapan, pengeringan.
Contoh produk kosmetik : Masker, Lulur
d. Pencampuran
Contoh produk kosmetik : Shampo
B. Pembuatan Bahan Nabati Menjadi Masker Bengkuang
Istilah masker wajah tidak asing bagi kita. Sebagian besar kita menggunakan masker wajah untuk
hal-hal berikut.
a. Membersihkan dan memperbaiki pori-pori kulit
b. Membersihkan kotoran dan minyak pada lapisan kulit
yang lebih dalam, serta mengangkat sel-sel kulit mati
c. Mengurangi iritasi kulit
d. Menimbulkan perasaan sejuk dan nyaman pada kulit
e. Menghaluskan lapisan luar kulit
f. Sebagai pelembap dan penyegar kulit
1. Bahan Pembuatan Masker Bengkuang
Bengkuang adalah umbi berwarna putih dengan bentuk seperti gasing. Bengkuang dikenal bisa membersihkan dan memutihkan kulit dan menghilangkan bintik-bintik hitam pada wajah. Buah ini sangat baik bagi kulit karena mengandung vitamin B1, vitamin C, pachyrhizon, fosfor, dan kalium.
2. Alat- Alat yang Digunakan dalam Pembuatan Masker Bengkuang
Alat-alat yang digunakan pada pembuat masker bengkuang antara lain seperti berikut.
a. Pisau
b. Parutan
c. Saringan
d. Baskom
e. Gelas ukur
f. Alat pengering
3. Proses Pembuatan Masker Bengkuang
Langkah kerja pembuatan masker bengkuang adalah sebagai berikut.
a. Persiapan alat dan bahan
b. Bengkuang dicuci sampai bersih dengan air mengalir, kemudian kupas kulitnya.
c. Bengkuang yang telah dikupas, kemudian diparut hingga halus.
d. Bengkuang yang telah diparut dicampurkan dengan air sampai filtratnya terekstrak semua. Lalu disaring dengan menggunakan saringan.
e. Hasil saringan diendapkan selama ± 1 jam.
f. Endapan yang telah terbentuk dikeringkan menggunakan sinar matahari.
g. Hasil pengeringan dikemas menggunakan kantong kertas atau bisa mengggunakan kantong plastik.
C. Penyajian dan Kemasan Produk Kosmetik
Umumnya, produk kosmetik dikemas dengan bahan kaca, plastik, aluminium, dan bagian luarnya dimodifikasi dengan bahan alami seperti kelobot jagung. Bentuknya pun beraneka ragam, bisa disesuaikan dengan bahan bakunya.
D. Perawatan Produk Kosmetik
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat produk kosmetik adalah sebagai berikut.
1. Tutup rapat kemasan setelah selesai menggunakannya dan letakkan pada tempat yang sejuk.
2. Gunakan kuas atau spons saat menggunakan kosmetik
3. Bersihkan wajah dan pastikan wajah dalam keadaan kering saat akan merias wajah.
4. Pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kering jika harus menyentuh produk kosmetik.
E. Wirausaha Produk Kosmetik
1. Promosi Perencanaan Produk Kosmetik
Untuk mengomunikasikan produk ini perlu disusun strategi yang disebut dengan strategi promosi, yang terdiri atas empat komponen utama, antara lain:
a. Periklanan (advertising)
b. Promosi penjualan (sales promotion)
c. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)
d. Publisitas atau Hubungan Masyarakat
2. Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha
Beberapa hal yang harus dipersiapkan saat akan mendirikan usaha, yaitu mencakup hal-hal berikut.
a. Nama perusahaan
b. Lokasi perusahaan
c. Jenis usaha
d. Perizinan usaha
e. Sumber daya manusia
f. Aspek produksi
g. Aspek pemasaran
3. BEP (Break Event Point)Usaha Pembuatan Produk Kosmetik
BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi suatu kegiatan usaha atau sebagai penentu batas pengembalian modal. BEP produksi dan BEP harga
dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
BEP Produksi = Total Biaya/Harga Penjualan
BEP Harga = Total Biaya/Total Produksi
contoh :
Dik :
a. Biaya Produksi = Rp 190700,-/paket,
b. Total Produksi = 120 bungkus per paket
c. Harga Produk = Rp 5000 per bungkus
maka:
BEP Produksi = Rp 190.700,00/Rp 5.000,00
= 38 bks
BEP Harga = Rp 190.700/120 Bks
= Rp 1.600/bks
3. Kandungan dan Manfaat Bahan Nabati/hewani
Sebagai Produk Kosmetik
Berikut ini uraian beberapa bahan nabati/hewani yang dapat dimanfaatkan
untuk produk kosmetik.
a. Pisang (Musa paradisiaca)
Pisang sangat baik dikonsumsi karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi serta
kaya mineral, terutama kalium. Berikut beberapa manfaat pisang untuk merawat
kecantikan antara lain :
1) melembabkan kulit
2) menghilangkan bekas jerawat atau cacar
3) menghaluskan tangan dan kaki
4) menghaluskan kulit wajah
b. Wortel (Solanum cycopursicum)
Wortel mengandung vitamin A, likopen, falcarinol. Berkhasiat untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bercak/flek hitam, serta mencegah kanker.
c. Alvokad (Persea americana)
Alvokad mengandung vitamin E, vitamin K, zat besi, sterolius, minyak. Berkhasiat sebagai pelembut dan pelembab alami untuk wajah, serta mengurangi penuaan dini.
d. Papaya (Carica papaya)
Papaya termasuk salah satu buah yang mengandung vitamin C. Papaya berfungsi sebagai detoksifikasi yang bisa meremajakan kulit wajah dari dalam, juga mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan mencegah kerut di wajah.
e. Lidah Buaya (Aloe vera)
Lidah buaya mengandung eksudat,aloe emoedyn, glikoida, vitamin dan mineral, berkhasiat untuk mencerahkan kulit, mengurangi bekas jerawat dan luka, melawan ketombe, mendinginkan kulit kepala, mencegah kerontokan rambut.
4. Teknik Proses Produksi Kosmetik
a. Destilasi/penyulingan
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan kecepatan/kemudahan menguap/volatilitas bahan atau teknik pemisahan kimia berdasarkan perbedaan titik didih.
b. Saponifikasi
Saponifikasi adalah pencampuran minyak/lemak
dengan basa kuat (KOH/NaOH). Contoh produk
kosmetik : Sabun
c. Penghancuran, sedimentasi/pengendapan, pengeringan.
Contoh produk kosmetik : Masker, Lulur
d. Pencampuran
Contoh produk kosmetik : Shampo
B. Pembuatan Bahan Nabati Menjadi Masker Bengkuang
Istilah masker wajah tidak asing bagi kita. Sebagian besar kita menggunakan masker wajah untuk
hal-hal berikut.
a. Membersihkan dan memperbaiki pori-pori kulit
b. Membersihkan kotoran dan minyak pada lapisan kulit
yang lebih dalam, serta mengangkat sel-sel kulit mati
c. Mengurangi iritasi kulit
d. Menimbulkan perasaan sejuk dan nyaman pada kulit
e. Menghaluskan lapisan luar kulit
f. Sebagai pelembap dan penyegar kulit
1. Bahan Pembuatan Masker Bengkuang
Bengkuang adalah umbi berwarna putih dengan bentuk seperti gasing. Bengkuang dikenal bisa membersihkan dan memutihkan kulit dan menghilangkan bintik-bintik hitam pada wajah. Buah ini sangat baik bagi kulit karena mengandung vitamin B1, vitamin C, pachyrhizon, fosfor, dan kalium.
2. Alat- Alat yang Digunakan dalam Pembuatan Masker Bengkuang
Alat-alat yang digunakan pada pembuat masker bengkuang antara lain seperti berikut.
a. Pisau
b. Parutan
c. Saringan
d. Baskom
e. Gelas ukur
f. Alat pengering
3. Proses Pembuatan Masker Bengkuang
Langkah kerja pembuatan masker bengkuang adalah sebagai berikut.
a. Persiapan alat dan bahan
b. Bengkuang dicuci sampai bersih dengan air mengalir, kemudian kupas kulitnya.
c. Bengkuang yang telah dikupas, kemudian diparut hingga halus.
d. Bengkuang yang telah diparut dicampurkan dengan air sampai filtratnya terekstrak semua. Lalu disaring dengan menggunakan saringan.
e. Hasil saringan diendapkan selama ± 1 jam.
f. Endapan yang telah terbentuk dikeringkan menggunakan sinar matahari.
g. Hasil pengeringan dikemas menggunakan kantong kertas atau bisa mengggunakan kantong plastik.
C. Penyajian dan Kemasan Produk Kosmetik
Umumnya, produk kosmetik dikemas dengan bahan kaca, plastik, aluminium, dan bagian luarnya dimodifikasi dengan bahan alami seperti kelobot jagung. Bentuknya pun beraneka ragam, bisa disesuaikan dengan bahan bakunya.
D. Perawatan Produk Kosmetik
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat produk kosmetik adalah sebagai berikut.
1. Tutup rapat kemasan setelah selesai menggunakannya dan letakkan pada tempat yang sejuk.
2. Gunakan kuas atau spons saat menggunakan kosmetik
3. Bersihkan wajah dan pastikan wajah dalam keadaan kering saat akan merias wajah.
4. Pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kering jika harus menyentuh produk kosmetik.
E. Wirausaha Produk Kosmetik
1. Promosi Perencanaan Produk Kosmetik
Untuk mengomunikasikan produk ini perlu disusun strategi yang disebut dengan strategi promosi, yang terdiri atas empat komponen utama, antara lain:
a. Periklanan (advertising)
b. Promosi penjualan (sales promotion)
c. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)
d. Publisitas atau Hubungan Masyarakat
2. Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha
Beberapa hal yang harus dipersiapkan saat akan mendirikan usaha, yaitu mencakup hal-hal berikut.
a. Nama perusahaan
b. Lokasi perusahaan
c. Jenis usaha
d. Perizinan usaha
e. Sumber daya manusia
f. Aspek produksi
g. Aspek pemasaran
3. BEP (Break Event Point)Usaha Pembuatan Produk Kosmetik
BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi suatu kegiatan usaha atau sebagai penentu batas pengembalian modal. BEP produksi dan BEP harga
dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
BEP Produksi = Total Biaya/Harga Penjualan
BEP Harga = Total Biaya/Total Produksi
contoh :
Dik :
a. Biaya Produksi = Rp 190700,-/paket,
b. Total Produksi = 120 bungkus per paket
c. Harga Produk = Rp 5000 per bungkus
maka:
BEP Produksi = Rp 190.700,00/Rp 5.000,00
= 38 bks
BEP Harga = Rp 190.700/120 Bks
= Rp 1.600/bks
lumayan lah
BalasHapus